Untitled Document
 Home
 Visi & Misi
 Sejarah / History
 Organisasi
 Service / Pelayanan
 Gereja - Gereja Cabang
 Rubrik Kesehatan
 Departemen Misi
 News & Berita
 Hubungi Kami
 Kesaksian
 Photos
 Khotbah Gembala
CORPORAL HERRY AGUNG BASUDEWO

Semua anggauta Marines Amerika, akan melewati latihan ketat di boot camp.
Setiap kali seorang drill Sergeant ( sersan pelatih ) berteriak :
"Kenapa kalian dinamakan Marines?"
Jawaban yang digemakan: " Karena kami bertempur sebagai Marines,dan gugur
sebagai Marines"
Inilah teriakan yang dianggap sakral oleh tiap anggauta Marines.

Tulisan ini dibuat oleh seorang anggauta Marine asal Indonesia,yang dilahirkan di 
Amerika  saat orang tuanya ber emigrasi ke Amerika Serikat. Ia Warga Negara Paman Sam.
Jabatannya saat kisah ini terjadi, adalah perwira dengan pangkat kapten.

HERRY AGUNG BASUDEWO lahir di Lomalinda California, dari orang tua suku Jawa
asal Gergunung Klaten.
Pertemuan pertama dengan DAE-WOO , begitulah para anggauta Marines lain memanggilnya
adalah disuatu malam pergantian piket di camp Pendleton.
Heri menjadi komandan jaga.
Saya baru tiba dari liburan di Los Angelos, dan karena memakai pakaian sipil,
saya dicegat dipintu masuk.
Alasan saya datang tanpa pakaian dinas, karena sebetulnya cuti saya masih dua
hari lagi. Tapi komandan ( CO=Commanding Officer) memanggil saya pulang
lebih dahulu.
Katanya ada masalah darurat, berabenya, semua perintah diberikan lewat
beeper ( semacam sms ). Oleh sebab itu, saya tak bisa menunjukkan surat surat..

Jadi, saya ditanya tanya oleh petugas jaga.
Saya katakan, agar melaporkan kehadiran saya pada komandan jaga.
"Siapa komandan jaga?" tanya saya.
Jawabnya "Corporal Dae-Woo"
Pikir saya, orang Korea nih.

Kemudian muncul seorang Lance Corporal tinggi tegap, kulit gelap. Tak ada tanda
Korea sama sekali. Dia minta identifikasi. Saya sebutkan nama,pangkat, nomor SSN
dan nomor registrasi.

Dengan sigap ia hentakkan kaki dan melakukan salut hormat.
Katanya: "Sir, Corporal Harry Basudewo mohon permisi melakukan verivikasi ID, sir!"
Saya kaget. Wah Indonesia nih ! Saya katakan :"Permintaan dipenuhi Corporal"

Dalam tiga menit ia kembali dan mengembalikan kartu saya sambil berkata :
" Sir, CO akan menemui anda di ruang 140 pukul tujuh nol nol " lalu dengan nada ringan
dan ragu ia bertanya " Apa Captain masih bicara bahasa? sir."
Lalu saya jawab dalam bahasa Indonesia : "Selesai tugas jaga, temui saya di mess Her "
Ia masih berkata dalam bahasa Indonesia "Siap Captain"  dan beberapa anggauta Marines
yang mendengar pembicaraan kami terheran heran.

Beberapa hari kemudian kami ngobrol di mess perwira.
Ia cerita bahwa baru kali ini ia bertemu dengan Marines Indonesia.
Kemudian kami bicara tentang masa kanak kanak yang tidak pernah bisa kami
mengerti karena kami berdua lahir di Amerika.
Lari lari di sawah telanjang kaki, sekolah nyeker,
Hanya seminggu kami bersama, dan rasanya akrab bertemu saudara....

Kemarin pagi, saya menerima telepon dari camp Pendleton mengabarkan bahwa
Corporal Dae-Woo gugur di medan perang.
Ia tengah memimpin sebuah pasukan yang namanya Fire Team Alfa
Dua anak buahnya Private James Sandorval dan Private Hector Rodriguez
tertembak dibahu kiri. Dari tempat lindungannya yang sebetulnya
aman, Corporal Dae_Woo berlari diantara desingan peluru menjemput keduanya
satu demi satu.
Saat menjemput Rodriguez, ia tertembak dibetis kiri, namun berhasil menempatkan
anak buahnya dalam parit perlindungan.
Saat bangkit , ia terkena tembakan di dada kiri dari seorang sniper yang bersembunyi
di sebuah gedung.
Gedung itu kemudian diledakkan artileri.

Saat diangkut dengan helicopter, ia meninggal di pangkuan Private Rodriguez.
Sungguh ia menerapkan motto Marines: Always Faithful...brothers forever...
Selalu setia, sekali saudara tetap saudara....

Pagi tadi, bendera setengah tiang berkibar di Camp Pendleton, menghormati rekan yang gugur
dan kebaktian penghiburan menurut tatacara Gereja Injili.
Kepada orang tuanya diserahkan bendera terlipat, medali Marines Expedition , Medali USMC Good Conduct
dan medali South West Asia, semua medali kebanggaannya.
Kini ditambah dengan Medali Purple Heart dan sebuah surat penghargaan dari Pemerintah.

Selamat jalan kawan, sampai jumpa kembali
SAEPE EXPERTUS  SEMPER FIDELIS   FRATER AETERNI
( SERING DI UJI, SELALU SETIA , PERSAUDARAAN SENANTIASA
)

H   H   SAMOSIR





[Kembali]
(c) 2004 Gereja Sidang Jemaat Allah Batu Tulis All Rights Reserved