Untitled Document
 Home
 Visi & Misi
 Sejarah / History
 Organisasi
 Service / Pelayanan
 Gereja - Gereja Cabang
 Departemen Misi
 News & Berita
 Hubungi Kami
 Kesaksian
 Photos
 Khotbah Gembala
 Ruang Kesehatan
Pengelana dihutan misteri

Seorang penjelajah hutan suatu pagi mengunjungi bagian rimba
yang belum pernah dimasukinya.
Suasana penuh misteri tapi indah.
Tiba - tiba ia melihat sebuah mata air yang membualkan
aliran bersih bening dan molek.

Pengelana ini duduk minum dan menyegarkan diri.
Ada suasana aneh menyeruak disana.
Tiba tiba, bagaikan layar computer, ada sebaris kata-kata
muncul di atas permukaan air ini.
1. Silakan sebut : Koin emas !
2. Koin emas akan membludak keluar.
3. Untuk menghentikannya, katakan "Cukup"
4. Koin akan stop, dan mujijat ini tak akan pernah terulang
   kembali....

Merasa aneh dan gamang, pengelana berteriak : " Koin emas !"
Dan keping demi keping, koin emas 24 karat murni membludak
keluar.

Betapa gembiranya pengelana.
Ia mengumpulkan semua.
Mula mula diserok dengan tangan.
Koin makin banyak muncul.
Kemudian ia memakai topi capingnya.
Semua hasil ditumpuk sekeliling dirinya.

Koin makin banyak.
Tumpukan sudah setinggi satu meter setengah di sekeliling
dirinya.
Petani melihat sekitar.
Matanya berbinar binar.
Ada sinar gembira dan kilatan "aneh" di sana.

Di negara barat , namanya kilatan "Gold rush"  demam emas.
Tumpukan makin  banyak, kira kira 20 timbunan dua meteran.
Tak terasa pengelana sudah mengumpulkan dua hari dua malam,
dan merasa belum boleh berhenti.

Lagi...lagi...lagi...
Tumpukan makin tinggi, ada kira kira 30 gunung berkilau
disekitar mata air itu.

Ia menyedok lagi...
Lagi dan lagi...
Tak mau berkata "Cukup!"

Tiba tiba, bagaikan gempa, gunungan gunungan setinggi 2 meteran
ini bergeser rubuh.
Suaranya ribut besar, menggelinding ke tengah, tepat
dimana pengelana itu berdiri.

Ia terhimpit ratusan ton koin emas.
Sementara koin baru berloncatan, menimpa tumpukan yang
makin lama makin tinggi....

Petani tak bisa bergerak. Mulutnya dipenuhi koin.
Menurut sahibul hikayat, hutan itu masih ada,
dan emas masih bermuinculan keluar, kini tertutup
lumut dan belukar....
Dan ditengahnya, jasad sang pengelana, yang tak bisa berkata
cukup....

 



[Kembali]
(c) 2004 Gereja Sidang Jemaat Allah Batu Tulis All Rights Reserved