Seekor kuda bersahabat dengan seekor babi di peternakan pak Mamat.
Sang kuda menderita sakit. Mula mula sakit biasa, tapi kemudian kian lama kian parah.
Dokter hewan di panggil.Setelah memeriksa kuda, pak Mamat berbincang bincang dengan beliau.
Percakapan ini terdengar oleh sang babi.
Kata dokter hewan : " Kudamu sakit parah pak. Dalam ilmu kedokteran hewan, sakit parahnya ini
disebabkan karena stress. Kudamu dalam keadaan malas untuk pulih, jadi pengobatannya akan lama.
Saya sudah memberinya obat, dan tiga hari kemudian saya akan datang kembali.
Kalau kuda masih belum ada semangat hidup, sa sudah, kita suntik mati saja...."
Sang babi panik.
Ia berlari ke kandang kuda dan menyampaikan pembicaraan kepada sang kuda.
"Ayo dong kuda....perlihatkan tampang semangat...."
Hari pertama berlalu.
Babi jadi seksi repot. Upayakan semua daya dan cara. Sibuk sekali.
Ia bahkan lupa semua urusan sendiri.
Hari kedua. Dari pagi sampai malam, Babi sibuuuk melulu urusi Kuda.
Beri semangat. Kasih dukungan. Konseling. Bimbingan hidup.
hari ketiga, semangat kuda pulih.
Pagi pagi Kuda sudah bangkit dan lari lari kecil di padang.
Tatkala dokter hewan datang, ia senang. Kuda sudah sembuh.
Petani juga amat gembira dan bahagia.
Ia mengadakan pesta besar.
Dan untuk menjamu teman teman....ia membuat babi guling........
Sang babi jadi korban.
Pesan dari kisah ini :
1. Kita harus masuk pelayanan. Tapi jangan lupakan urusan ( keluarga ) sendiri
2. kalau jadi seksi repot, kira kira lah. Pakai juga nalar....