Sejak usia muda, Carlos dilatih untuk hidup secara "benar"
Ia benci perjudian, menghina dosa, dan berusaha hidup
"lurus".
Secara sangat agamawi, ia berusaha menjalankan kaidah-kaidah
hidup "suci" tanpa sebetulnya kenal secara pribadi dengan
Yang maha Suci.
Dengan kata lain, ia tumbuh secara legalistik, merasa
selalu benar.
Satu petang , pulang kerja, ia berpapasan dengan beberapa
anak muda yang membagi-bagikan traktat tentang Kristus.
Ia menerima satu traktat, dan melirik isinya.
Setelah sadar bahwa traktat itu bicara tentang Kasih Kristus,
ia marah besar.
Depan anak anak muda itu, ia merobek robek traktat dan menebar
kannya ke atas sambil menyumpah serapah.
Kemudian dengan geram ia pulang ke rumah.
Sampai di kamarnya, Carlos mendapatkan secabik kertas robekan
tersangkut di kantung bajunya. Rupanya, saat menebar keatas,
satu serpihan traktat menyasar di sana.
Tertulis di atas keping kertas tadi : "...dan Tuhan berkata..."
Sepanjang malam,kata - kata itu bagaikan hidup, menerpa
otaknya.
" ...dan Tuhan berkata...."
"....dan Tuhan berkata...."
Carlos bahkan sulit memejamkan mata.
Pikirannya meloncat loncat.
Tuhan berkata apa...?
Keesokan petang, dengan mata merah karena mengantuk
dan hati bingung, Carlos pergi ke persimpangan jalan,
dan menemui anak anak muda yang kemarin membagikan traktat.
Saat mereka melihat dan mengenalinya, mereka berusaha
menghindar.
Tak mau cari perkara dah !
Tapi Carlos mengejar mereka, dan dengan penasaran bertanya
" Tuhan berkata apa...?"
Mula mula mereka tak mengerti, tapi sesudah menjelaskan dengan
bingung, akhirnya salah seorang pemuda menerangkan isi
traktat kepada Carlos.
Malam itu, Carlos menerima Kristus sebagai juruselamat.
Semua gara gara secarik kertas kecil dengan tulisan
"...dan Tuhan berkata..."
Ada dua pesan di kisah nyata ini.
Satu : Kadang kadang kita merasa paling benar...Demikian yakin perasaan ini, sampai kita tak mau tahu soal Tuhan.....Sampai satu saat, kita ketemu kenyataan bahwa DIA paling benar, dan kita ternyata paling salah.....
Dua: Kalau Roh Kudus bisa pakai tiga patah kata untuk merubah
hidup orang, apa Saudara pikir Roh Kudus tidak bisa pakai
Saudara untuk menjadi berkat buat orang lain ?