Untitled Document
 Home
 Visi & Misi
 Sejarah / History
 Organisasi
 Service / Pelayanan
 Gereja - Gereja Cabang
 Departemen Misi
 News & Berita
 Hubungi Kami
 Kesaksian
 Photos
 Khotbah Gembala
 Ruang Kesehatan
Rajawali,kok mirip perjalanan iman kita ya?

Kata ( Burung ) Rajawali , muncul 38 kali di Alkitab. Rentang sayapnya 2 meteran. Tinggi badan 90 cm.
Unggas ini biasa bersarang di tempat tersembunyi, tinggi dan sukar dicapai.
Daerah seperti relung relung tebing, paling di sukainya untuk membangun rumah tangganya.

Sarangnya besar. Garis tengah bisa 3 meter, dan kedalamannya 6 1/2 meter.
Telur menetas sesudah dierami 1 bulan.
Biasanya yang bertugas mengerami dilakukan berganti ganti.
Kadang kadang sang mama, kadang kadang si papi.

Dalam kurun 45 hari, bayi bertumbuh besar 40 kali lipat.
Jago makan dia.
Sesudah 120 hari, tubuhnya mulai ditumbuhi bulu.
Mula mula bulu halus, lama kelamaannya jadi sayap perkasa.

Nah sekarang giliran induk Rajawali main bola.
Anaknya akan dilempar keluar sarang yang nyaman, siiiuuuuttt melayang turun, tentu disertai cicit cicit panik.
Naluri alamiah adalah mengepak ngepak kan sayapnya.
Tentu saja belum terkordinasi, jadi asal kepak serabutan , begituloh.

Ulangan 32 : 11 menulis
Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya,
mengembangkan sayapnya,
menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,

Jadi si induk ini tiba tiba melesat menyambar sang anak, menggendongnya dan mengembalikan si anak yang stress berat mau pingsan balik masuk sarang besar yang nyaman.....

Hpppffffffff!
Sebentar siang, acara banting - melayang - panik - pucat - kembali.
Kemudian di sambar ulang sang induk.

Berkali kali dilakukan, akhirnya, semua ihktiar gerak gerak sayap ( namanya flapping ) ini mulai terkoordinasi dengan baik, dan dengan bantuan alur angin, sang anak belajar melayang dan terbang.


Belajar apa ?
Kadang kita nyaman, sarang enak.
Tapi Allah mau kita belajar terbang
Jadi , terjadilah proses banting - melayang - panik - pucat dan tiba tiba.....
Sambaran aman kembali.

Burung rajawali bisa melihat kelinci dari jarak 3.2 kilometer.
Ia kemudian melayang tinggi setinggi 3000 meter, dan tiba tiba dengan kecepatan 160 km per jam  ia akan melesat dan menyambar mangsa.
Tulangnya keropos, jadi ringan.
Konstruksinya seperti cross bar. Baja tulang di bangunan tinggi.

Paruh rajawali mula mula berwarna hitam, kemudian berubah jadi keemasan.
Bulunya 3000 lembar.

Pada usia 30 , Rajawali akan mencari sebuah tempat sunyi.
Penampilannya tua banget deh. Kepala botak .....dan anehnya, di tempat pengasingan , ia akan mencabuti sendiri sisa sisa bulu di kepalanya....
Seringkali proses ini mengakibatkan kepala berdarah darah kena cakar tajamnya...

Tapi anehnya, terjadi proses pemudaan ( renewing process )
Rajawali umur 30 tahun ini berubah jadi muda segar lagi, dan masih akan bisa panjang usia, ekstra
30 tahun lagi.......

Belajar apa?
Dalam keadaan lelah, ada baiknya kita cari tempat tersendiri bersama Tuhan.
Lepaskan semua sisa sisa sampah hidup.
Hubungan dengan DIA.
Proses menyakitkan ini menghasilkan iman segar kembali...kita bisa melanjutkan ikhtiar hidup bersamaNya.....

Rajawali tidak terbang.
Ia melayang ikut irama angin dan alur udara.
Kalau kepak kepak sayap, cape deee.
Jadi ia hanya akan mengembangkan sayap......menunggu waktu ada semburan angin.....

Dalam hidup, sebaiknya kita juga belajar menunggu waktu Tuhan.
Kalau tidak, cape deee.......
...tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:
mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.



[Kembali]
(c) 2004 Gereja Sidang Jemaat Allah Batu Tulis All Rights Reserved