Ketika Petrus dan Yohannes tergopoh - gopoh mendekat kubur Tuhan
Yesus, petrus yang lebih senior dan lebih "brandalan"
masuk lebih dulu, sekalipun Yohannes yang lebih muda dan
gesit tiba lebih dulu.
Mereka mendapatkan bahwa kubur itu kosong.
Kain kapan, terserak tak beraturan di lantai.
Kain peluh - yakni sepotong kain yang diletakkan menutupi
wajah Yesus tatkala disemayamkan dikubur tersebut, tampak
terlipat rapih di atas balai balai batu yang ada di
sebelah kanan kubur.
Mengapa kain kapan terserak tak beraturan , tapi kain
peluh terlipat rapih?
Beberapa peneliti Alkitab mengindikasikan kain kapan
bekas membungkus tubuh Yesus sebagai gambaran dari Tubuh
Yesus yakni Gereja.
Gereja masih berantakan , begitu lah katanya
Sedangkan kain peluh yang ada di kepala, merupakan
gambaran dari Sang Kepala, Tuhan Yesus sendiri, yang sudah
rapih. Tugas selesai. Mission accomplished !
Tapi ada penjelasan lebih menarik . Sangat menarik bahkan !
Di Israel jaman dulu, adalah biasa seorang tuan memiliki
hamba.
Saat mau makan, sang hamba akan mempersiapkan segala sesuatu
dengan rapih. Piring, gelas, dan juga lap tangan.
Kemudian, sang Tuan akan mulai bersantap.
Sang hamba tidak boleh mengganggu saat ini, ia harus diam
di tepi ruangan, menanti perintah.
Sesudah sang Tuan selesai makan, ia akan mengambil lap
tangan, melap mulutnya, dan kemudian meletakkan lap itu
sembarangan.
kalau lap dibiarkan tergeletak begitu saja, dan tuan berdiri
pergi, artinya : Aku sudah selesai, bereskan meja.
Tapi....
kalau lapnya di lipat baik baik, dan ditaruh dengan rapih,
sekalipun tuan berdiri, sang pelayan tidak akan bergerak
bersihkan meja.
Sebab lap yang terlipat rapih, artinya :
Eh, Aku belum selesai, nanti AKU AKAN KEMBALI LAGI....
Dan inilah yang diperbuat Tuhan Yesus saat melipat
kain penutup WajahNya.
Tuhan Yesus sepertinya berkata : AKU AKAN KEMBALI LAGI....