DOA DAPAT MENJADI PENUH KUASA ATAU SEBALIKNYA
Yakobus 5 : 16-18 ”...Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
I. PENDAHULUAN
● Ada doa yang penuh kuasa
Ada pula doa yang tidak ampuh. Tidak semua doa itu sama ampuhnya.
Ada doa yang sangat besar kuasanya. Ada doa yang tidak ada kuasanya.
● Namun demikian, kita harus mengakui bahwa doa merupakan hubungan pribadi antara orang percaya dengan Tuhan. Keintiman, keakraban dengan Tuhan.
Karena itu kita tidak boleh mencap jelek doa manapun yang dipanjatkan oleh orang percaya.
II. DOA YANG MELENCENG
Yakobus 4 : 3 ”Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
● Ada doa-doa yang melenceng dari sasaran, salah berdoa. Doa-doa seperti itu tidak memiliki kuasa sama sekali.
Contoh :
1. Salah motivasinya
”... hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Contoh : ● Doa yang meminta agar orang lain dikutuki oleh Tuhan
2. Terdapat dosa dalam kehidupannya
Yakobus 5 : 16a ”Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh...”
Yesaya 59 : 1-2
III. MENCAPAI TINGKATAN DOA YANG LEBIH TINGGI
(MENGUKUR KUASA DOA)
1. Semua doa orang percaya adalah baik, tetapi kita mau agar doa-doa kita menjadi lebih baik, tingkatannya lebih tinggi.
2. Bagaimana caranya mengetahui bahwa Anda telah mencapai tingkatan doa yang lebih tinggi!
Jika doa-doa Saudara makin banyak yang dijawab secara konkret, hal mana bisa diukur.
Contoh : Nabi Elia (Yakobus 5 : 17-18)
● Elia adalah manusia biasa seperti kita
● Elia telah bersungguh-sungguh berdoa
● Elia telah berdoa, meminta agar :
- hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama 3½ tahun
- hujan turun, dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya
3. Nabi Elia adalah seorang yang telah mencapai tingkatan doa yang lebih tinggi. Tingkatan doanya lebih baik dari kebanyakan orang.
Namun Firman Tuhan bilang bahwa Elia adalah manusia biasa seperti kita. Dengan kata lain terbuka kemungkinan tingkatan doa kita membaik, membaik dan bisa mencapai tingkatan seperti Elia.
IV. APAKAH DOA MEMBUAT SUATU PERBEDAAN?
Mengingat bahwa Tuhan adalah Tuhan Yang Mahakuasa dan pula Tuhan Yang Maha Berdaulat, apakah doa-doa kita akan membuat suatu perubahan atau membuat suatu perbedaan?
Memang betul bahwa Tuhan Mahakuasa dan Berdaulat penuh, tetapi Tuhan mau bertindak atas dasar permintaan doa-doa kita.
Untuk memahaminya, ternyata Tuhan mempunyai plan A dan plan B atas hidup kita. Plan A jauh lebih baik daripada plan B. Plan A akan diberlakukan oleh Tuhan apabila kita berdoa. Plan B akan diberlakukan oleh Tuhan apabila kita tidak berdoa.
Matius 9 : 37, 38
Contoh : Doa ibu-bapak untuk anak-anaknya
Doa isteri untuk suaminya
Doa suami untuk isterinya, dan seterusnya
V. BERDOA DENGAN YAKIN
”Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Doa-doa yang kita doakan haruslah dengan keyakinan atau dengan iman. Jangan dengan keraguan atau kebimbangan.
Markus 11 : 24 ”Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
Nyanyian : No. 541. Tak terbatas kuasaMu Tuhan.
~~