APAKAH YANG DITUNTUT TUHAN DARIPADAMU?
Mikha 6 : 6-11
Ayat 8 : ”Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu, selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahm?”
I. PENDAHULUAN
Manusia mau memperkenankan hati Tuhan dengan berbagai macam cara lahiriah, seperti : (ayat 6, 7).
1. korban bakaran berupa anak lembu setahun
2. korban bakaran berupa ribuan domba jantan
3. mempersembahkan anak sulung
Tuhan menginginkan sikap hati yang baik dari manusia
II. APAKAH YANG DITUNTUT TUHAN DARI PADAMU?
Berdasarkan Mikha 6 : 8, Tuhan menuntut (menginginkan) 3 macam sikap hati, yaitu :
1. adil
2. setia
3. rendah hati
Ketiga macam sikap hati tersebut di atas adalah karakter (sifat) Tuhan.
Tuhan adalah Tuhan yang Maha Adil
Tuhan yang Maha Setia
Tuhan yang rendah hati, yang tidak menyukai kesombongan, tetapi memberkati orang yang rendah hati
Tuhan mau agar kita memiliki sifat-sifat yang adil, setia dan rendah hati
III. TUHAN MAU AGAR KITA BERLAKU ADIL
Tuhan mau agar kita berlaku adil :
● tidak berbuat curang, tidak menipu, tidak berbohong seperti tertulis di dalam Mikha 6 : 10, 11
● tidak berat sebelah (tidak memihak) yang salah dikatakan salah
● tidak diskriminatif – tidak membedakan orang atas dasar ras, gender, sosial, like & dislike.
● tidak sewenang-wenang, berbuat yang sepatutnya
IV. TUHAN MAU AGAR KITA MENCINTAI KESETIAAN
1. Frase ”mencintai kesetiaan” diterjemahkan juga menjadi ”mengamalkan cinta kasih” (FAYH), ”to love mercy” (KJV, NIV), mencintai belas kasihan. Kedua terjemahan itu betul, oleh karena di dalam ajaran Firman Tuhan kata ”kasih dan setia” seringkali dipakai sebagai kata yang saling menopang, semacam kata majemuk.
Di dalam bahasa Ibrani, ”kasih ditulis HESED, yaitu loyal, yang berarti kemurahan, belas kasihan, ketaatan dan setia.
Di dalam bahasa Ibrani, ”setia” ditulis EMET – faithfull, yang berarti dapat dipercaya, kebenaran, kesetiaan, ketetapan.
Kedua kata ”kasih dan setia” bagaikan 2 sisi uang logam
Contoh : a. Amsal 3 : 3 ”Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.”
b. Di dalam kitab Mazmur, misalnya Mazmur 118, seringkali diucapkan kalimat pujian kepada Tuhan ”Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”
V. TUHAN MAU AGAR KITA HIDUP DENGAN RENDAH HATI DI HADAPAN TUHAN KITA
Mikha 6 : 8c ”... dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu”
Kalimat itu bisa diterjemahkan sebagai berikut :
FAYH : dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita
NIV : to walk humbly with your God (= berjalan dengan hati yang rendah bersama Allahmu)
● Kita baru bisa berjalan bersama dengan Tuhan apabila kita bersikap rendah hati
● Sifat rendah hati adalah sifat yang tidak bisa ditiru iblis
● Beberapa ciri orang yang rendah hati :
1. Tidak minta dihargai
2. Tidak iri hati
3. Mau menundukkan diri
4. Mau menerima keputusan yang diberikan kepadanya, misalnya keputusan rapat, keputusan pimpinan
5. Mau menerima nasihat yang diberikan kepadanya.
6. Mau mengakui kesalahan dan meminta maaf
7. Bersikap lembut dan sopan
Tidak membalas dengan kata-kata yang sombong, kasar, bilamana ia direndahkan
VI. PENUTUP
Tuhan menuntut kita artinya sangat menginginkan agar kita melakukannya :
- Berlaku adil
- Mencintai kesetiaan dan kasih kemurahan
HESED dan EMET
- Hidup dengan rendah hati di hadapan Allah
Nyanyian : Aku mau setia
~~