Untitled Document
 Home
 Visi & Misi
 Sejarah / History
 Organisasi
 Service / Pelayanan
 Gereja - Gereja Cabang
 Rubrik Kesehatan
 Departemen Misi
 News & Berita
 Hubungi Kami
 Kesaksian
 Photos
 Khotbah Gembala
Tidak membalas & tidak mengamcam. -107.
              TIDAK MEMBALAS & TIDAK MENGANCAM


1 Petrus 2 : 23 ”Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”


I. PENDAHULUAN

1. Banyak perbuatan yang baik, yang memberkati orang lain :
 ● Menghormati ● Bersikap ramah ● Menolong
 ● Mempedulikan ● Menghargai ● Senyum

2. Banyak perbuatan buruk yang dapat merugikan orang lain, bahkan melukai perasaan orang lain :
  ● Mencuri ● Menghina ● Merusak milik orang lain
  ● Mencaci maki ● Menganiaya


II. APAKAH ITU ”MENCARI MAKI” DAN ”MENGANIAYA”

 1. Mencari maki adalah perbuatan :
  ● Mengata-ngatai orang lain dengan maksud melukai perasaannya
  ● Mengomeli orang lain dengan kata-kata yang kotor/tidak sopan/kasar
  ● Mengeluarkan kata-kata yang menghina serta merendahkan derajat orang lain

2. Menganiaya adalah perbuatan :
  ● Melukai orang lain
  ● Menyakiti orang lain

 3. Mencaci maki dapat melukai perasaan orang lain
  Menganiaya dapat mengakibatkan cacad, bahkan kematian
  * Orang-orang Kristen tidak mencaci maki dan juga tidak menganiaya orang lain


III. BAGAIMANA KITA HARUS BERSIKAP APABILA KITA DICACI-MAKI DAN DIANIAYA?

1. Kita mau belajar seperti Tuhan Yesus
Apabila kita dicaci-maki, kita tidak membalas mencaci-maki
Apabila kita dianiaya, kita tidak mengancam

 2. Pembalasan adalah hak Tuhan
  Roma 12 : 19 ”...Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
  Hak dan kewajiban kita tidak membalas dan selanjutnya memberikan pengampunan
  Kolose 3 : 13 ”... dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain...”
        (tersinggung)
  Contoh :  Lukas 9 :  51-56

 

IV. MENYERAHKANNYA KEPADA ALLAH

 ”... tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

1. Tuhan adalah hakim yang adil
● Mata Tuhan melihat dan telinga Tuhan mendengar apabila ada anak-anakNya yang dicaci-maki dan dianiaya. Tuhan menghakimi dengan adil.
 Contoh :  Bilangan 12 : 1-14

2. Tuhan turut merasakan aniaya atas anak-anaknya
Kisah 9 : 3-5 ”...KataNya :  ”Akulah Yesus yang kauaniaya itu.”


V. PENUTUP

 Kita diajar untuk ”tidak membalas mencaci-maki” dan ”tidak mengancam” pada saat dalam penderitaan.”

 Sikap tersebut di atas bukanlah sikap yang lemah, melainkan sikap yang kuat, oleh karena memerlukan penguasaan diri yang kuat.

 Orang yang tidak membalas mencaci maki dan orang yang tidak mengancam adalah orang-orang yang penguasaan dirinya baik.


Nyanyian  :    Kasih pasti lemah lembut


                                             ~~



[Kembali]
(c) 2004 Gereja Sidang Jemaat Allah Batu Tulis All Rights Reserved