TIDAK MEMBALAS & TIDAK MENGANCAM
1 Petrus 2 : 23 ”Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”
I. PENDAHULUAN
1. Banyak perbuatan yang baik, yang memberkati orang lain :
● Menghormati ● Bersikap ramah ● Menolong
● Mempedulikan ● Menghargai ● Senyum
2. Banyak perbuatan buruk yang dapat merugikan orang lain, bahkan melukai perasaan orang lain :
● Mencuri ● Menghina ● Merusak milik orang lain
● Mencaci maki ● Menganiaya
II. APAKAH ITU ”MENCARI MAKI” DAN ”MENGANIAYA”
1. Mencari maki adalah perbuatan :
● Mengata-ngatai orang lain dengan maksud melukai perasaannya
● Mengomeli orang lain dengan kata-kata yang kotor/tidak sopan/kasar
● Mengeluarkan kata-kata yang menghina serta merendahkan derajat orang lain
2. Menganiaya adalah perbuatan :
● Melukai orang lain
● Menyakiti orang lain
3. Mencaci maki dapat melukai perasaan orang lain
Menganiaya dapat mengakibatkan cacad, bahkan kematian
* Orang-orang Kristen tidak mencaci maki dan juga tidak menganiaya orang lain
III. BAGAIMANA KITA HARUS BERSIKAP APABILA KITA DICACI-MAKI DAN DIANIAYA?
1. Kita mau belajar seperti Tuhan Yesus
Apabila kita dicaci-maki, kita tidak membalas mencaci-maki
Apabila kita dianiaya, kita tidak mengancam
2. Pembalasan adalah hak Tuhan
Roma 12 : 19 ”...Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
Hak dan kewajiban kita tidak membalas dan selanjutnya memberikan pengampunan
Kolose 3 : 13 ”... dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain...”
(tersinggung)
Contoh : Lukas 9 : 51-56
IV. MENYERAHKANNYA KEPADA ALLAH
”... tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”
1. Tuhan adalah hakim yang adil
● Mata Tuhan melihat dan telinga Tuhan mendengar apabila ada anak-anakNya yang dicaci-maki dan dianiaya. Tuhan menghakimi dengan adil.
Contoh : Bilangan 12 : 1-14
2. Tuhan turut merasakan aniaya atas anak-anaknya
Kisah 9 : 3-5 ”...KataNya : ”Akulah Yesus yang kauaniaya itu.”
V. PENUTUP
Kita diajar untuk ”tidak membalas mencaci-maki” dan ”tidak mengancam” pada saat dalam penderitaan.”
Sikap tersebut di atas bukanlah sikap yang lemah, melainkan sikap yang kuat, oleh karena memerlukan penguasaan diri yang kuat.
Orang yang tidak membalas mencaci maki dan orang yang tidak mengancam adalah orang-orang yang penguasaan dirinya baik.
Nyanyian : Kasih pasti lemah lembut
~~