MEMELIHARA JIWA BARU
I. PENDAHULUAN

II. BAGAIMANA CARANYA KITA MEMELIHARA JIWA-JIWA BARU?
Jiwa-jiwa baru haruslah dipelihara dengan 4 cara :
1. Jiwa-jiwa baru harus disambut dengan ramah dan gembira
Apabila datang jiwa-jiwa baru di gereja sambutlah mereka dengan ramah dan gembira.
Contoh :
• Lukas 15 : 5 Jiwa baru bagaikan domba yang hilang, yang baru ditemukan kembali.
”Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira”
• Lukas 15 : 9 Jiwa-jiwa baru bagaikan dirham yang hilang, yang ditemukan kembali.
”...Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan”
• Lukas 15 : 20 Jiwa-jiwa baru bagaikan anak yang hilang yang kembali ke rumah bapaknya.
Ayat 24 ”Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
2. Jiwa-jiwa baru haruslah diperlakukan bagaikan anak bayi yang baru dilahirkan
• Jiwa-jiwa baru itu harus dikasihi/disayangi
dijaga dan dilindungi
diasuh dan dirawat
diberi minum susu yang murni dan yang rohani
• I Petrus 2 : 2
”Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan”
- Air susu yang murni dan yang rohani adalah Firman Tuhan
- Jiwa-jiwa baru harus diberi minum Firman Tuhan yang murni dan yang rohani
• I Tesalonika 2 : 7
”Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.”
- Berlakulah ramah terhadap jiwa-jiwa baru
- Jiwa-jiwa baru itu haruslah diasuh dan dirawat dengan baik, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya atau sama seperti seorang nurse (zuster) merawat orang sakit.
3. Jiwa-jiwa baru haruslah menjalani proses pemuridan
Matius 28 : 19-20 ”...jadikanlah .... muridKu... dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”
Seorang murid Kristus = seorang Kristen yang dewasa kerohaniannya.
4. Jiwa-jiwa baru haruslah bergabung dengan gereja dan bertumbuh bersama-sama anggota yang lain
• Gereja adalah sebuah persekutuan. Kisah Para Rasul 2 : 42
- ada keharmonisan seperti orchestra
- lawan kata dari persekutuan adalah perpecahan
• Gereja adalah sebuah keluarga. I Petrus 3 : 8, Galatia 6 : 10
• Gereja adalah tubuh Kristus. I Korintus 12 : 27, Efesus 1 : 22-23
III. PENUTUP
Memelihara jiwa-jiwa baru adalah tugas kita bersama. Kita mau belajar mempedulikan jiwa-jiwa baru, serta mengasihi mereka. Jadilah pemerhati yang baik.
Nyanyian : No. 124 Berikan paad kami
~~